TUGAS 2
MANAJEMEN
KELAS DI SD
Tentang
MANAJEMEN
PEMBELAJARAN
NURISMA
1620151
7.4 PGSD
Dosen
Pembimbing:
Yessi
Rifmasari, M.Pd
SEKOLAH TINGGI
KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIAPADANG
2019
MANAJEMEN
PEMBELAJARAN
1. KONSEP MANAJEMEN
PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran sangat
terkait dengan berbagai
komponen yang sangat kompleks.
Antara komponen yang
satu dengan komponen lainnya memiliki hubungan yang
bersifat sistematik, maksudnya masing-masing komponen
memiliki peranan sendiri-sendiri tetapi
memiliki hubungan yang saling terkait.Masing-masing komponen
dalam proses pembelajaran
perlu dikelola secara baik. Tujuannya
agar masing-masing komponen tersebut dapat dimanfaatkan
secara optimal. Hal
ini akan terwujud,
jika guru sebagai desainer
pembelajaran memiliki kompetensi
manajemen pembelajaran.
Di dalam Kamus
Umum Bahasa Indonesia
yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto
mengungkapkan bahwa manajemen adalah penyelenggaraan atau
pengurusan agar sesuatu
yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan
efisien. Manajemen juga diartikan
sebagai proses merencana, mengorganisasi, memimpin dan
mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi
tercapai secara efektif dan efisienJadi, manajemen merupakan serangkaian proses
yang dilaksanakan dalam sebuah
kegiatan guna mencapai
tujuan yang telah
ditetapkan dan diharapkan.
Banyak ahli yang
memberikan definisi tentang
manajemen yang dikutip oleh
Dayat dalam Jurnal
tentang pengantar teori
Manajemen, diantaranya:
1. George R. Terry dalam buku dengan judul “Principles of Management” memberikan definisi: “manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya”.
2. G.R. Terri, manajemen
diartikan sebagai proses yang khas yang terdiri atas perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan
pengawasan yang dilakukan untuk
menentukan dan usaha
mencapai sasaransasaran dengan
memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
3. James A. F. Stoner,
manajemen diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan,
dan pengawasan upaya
(usahausaha) anggota organisasi
dan menggunakan semua
sumber daya organisasi untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
4. Oei Liang Lie,
manajemen adalah ilmu
dan seni perencanaan pengorganisasian, pengarahan,
pengkoordinasian dan pengawasan sumber daya manusia dan alam, terutama sumber daya manusia untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan
Berdasarkan beberapa pendapat para
ahli di atas, maka manajemen
dapat
diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumbe pendidikan, agar terpusat
dalam usaha mencapai
tujuan pendidikan yang
telah ditentukan sebelumnya. Disamping itu, manajemen bertugas
memadukan sumber-sumber pendidikan secara keseluruhan dan
mengontrol/mengawasagar tepat dengan tujuan pendidikan yang melibatkan
fungsi-fungsi pokok
manajemen.
Menurut Gagne sebagaimana yang dikemukakan oleh Margaret E. Bell Gredler
bahwa istilah pembelajaran dapat diartikan
sebagai “seperangkat acara
peristiwa eksternal yang
dirancang untuk mendukung terjadinya proses
belajar yang sifatnya
internal“. Pengertian ini
mengisyaratkan bahwa pembelajaran
merupakan proses yang
sengaja direncanakan dan dirancang sedemikian rupa dalam rangka
memberikan bantuan bagi terjadinya proses belajar. Pendapat semakna
dengan definisi diatas
dikemukakan oleh J. Drost
yang menyatakan bahwa
pembelajaran merupakan usaha
yang dilakukan untuk menjadikan
orang lain belajar.
Sedangkan Mulkan memahami pembelajaran
sebagai suatu aktivitas
guna menciptakan kreatifitas
peserta didik.
Berdasarkan berbagai pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang di usahakan dalam rangka agar
orang dapat melakukan
aktivitas belajar dengan
harapan mewujudkan tujuan pembelajaran.Setelah mengetahui
masing-masing pengertian dari
manajemen dan pembelajaran, selanjutnya
manajemen pembelajaran artinya
yaitu suatu usaha untuk
mengelola sumber daya
yang digunakan dalam pembelajaran, sehingga tujuan
pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan
efisien.Manajemen
pembelajaran juga merupakan
suatu usaha dan kegiatan
yang meliputi pengaturan
seperangkat program pengalaman belajar yang
disusun untuk mengembangkan
kemampuan peserta didik sesuai dengan tujuan organisasi atau
sekolah.
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen
pembelajaran adalah proses pengelolaan dalam kegiatan belajar mengajaryang dimulai
dari proses perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan,
pengendalian dan penilaian dalamrangka mencapai tujuan pendidikan. Manajemen pembelajaran
memiliki arti penting
dalam sebuah proses pendidikan.,
dimana dengan adanya
manajemen dalam sebuah proses
pembelajaran diharapkan tujuan
pembelajaran akan terpenuhi, sehingga langkah-langkah dalam
proses pembelajaran yang
dimulai dari perencanaan hingga
evaluasi mampu mewujudkan
pencapaian tujuan
pembelajaran pada umumnya
dan efektivitas belajar
bagi peserta didik pada
khususnya. Karena dengan
manajemen pembelajaran yang
baik tentunya juga akan berdampak pada kegiatan pembelajaran yang terarah dan mampu menciptakan kondisi
pembelajaran yang optimal.
2. TUJUAN MANAJEMEN
PEMBELAJARAN
Tujuan pembelajaran
adalah tercapainya perubahan
perilaku atau kompetensi pada
siswa setelah mengikuti
kegiatan pembelajaran tercapainya
perubahan perilaku atau kompetensi pada
siswa setelah mengikuti
kegiatan pembelajaran, tujuan tersebut dirumuskan dalam bentuk
pernyataan atau deskripsi yang
spesifik. Hal ini
mengandung implikasi bahwa
setiap perencanaan
pembelajaran dibuat secara
tertulis (written plan).
Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu,
baik bagi guru maupun siswa.
Nana Syaodih Sukmadinata
mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran,
yaitu:
1. Memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud
kegiatan belajar mengajar
kepada siswa, sehingga
siswa dapat melakukan
perbuatan belajarnya secara lebih mandiri;
2. Memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar;
3. Membantu memudahkan guru
menentukan kegiatan belajar
dan media pembelajaran;
4. Memudahkan guru mengadakan penilaian.
Tujuan pembelajaran
bisa melalui pendekatan
masalah khusus dalam pembelajaran, mengandungarti sebagai
pengetahuan dan pengertian berdasarkan informasi yang diterima. Pendekatan ini lebih mempertimbangkan apa
yang harus dipelajari tentang materi
tersebut.
3. KEBIJAKAN TENTANG
MANAJEMEN PEMBELAJARAN
a. Perencanaan kebijakan.
Perencanaan merupakan
usaha yang dilakukan
kepala sekolah untuk mengembangkan
strategi yang akan
dilaksanakan, antara lain membantu
kepala sekolah dan
staf untuk mengubah
kondisi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
1. Peningkatan kualitas guru.
Untuk menciptakan out put yang
berkualitas faktor terpenting adalah
peningkatan kualitas guru.
Peningkatan ini diusahakan
untuk dapat bertahan menghadapi
persaingan yang ada
tuntutan mengenai peningkatan guru
memang seharusnya dilakukan
dengan tujuan mampu
mengikuti perkembangan saat
ini, yang diharapkan kependidikan guru
benar-benar memenuhi standar
yang diinginkan pemerintah dan intansi terkait.
2. Kegiatan belajar mengajar (KBM).
Agar diperoleh
hasil yang memuaskan
maka terlebih dahulu sekolah harus
melakukan perubahan yang
mendasar terkait dengan kegiatan belajar mengajar
3. Siswa “sebagai pusat” (student centered learning).
Siswa adalah sentral
pelaksanaan pembelajaran, atau dalam
artian pembelajaran terfokus pada siswa secara totallitas. Oleh karena
itu guru
memberi peluang bagi
siswa untuk secara
alami mengembangkan diri hingga
ketingkat yang lebih
tinggi.
Kekreatifitasan dan siswa aktif
yang sangat diharapkan. Pihak sekolah fokus
pada intelektual (intellectual
focus), dimana sekolah memfokuskan diri
untuk membantu anak
didiknya mengembangkan
kebiasaan menggunakan otak
intelektualnya secara baik.
Disamping itu juga pengajaran dan pembelajaran harus
bersifatdipersonalisasikan untuk
memaksimumkan potensi anak
didik yang telah
dimilikinya, sehingga siswa menjadi pembelajar aktif.
4. Sarana dan Prasarana
Yang dimaksud
prasarana pendidikan adalah
bangunan sekolah, dan alat
perabot sekolah. Prasarana
pendidikan ini juga berperan
dalam proses belajar
mengajar walaupun secara
tidak langsung sarana dan prasarana yang ada digunakan sebagai perantara
dalam proses belajar
mengajar, untuk lebih
mempertinggi efektifitas dan efisiensi
dalam mencapai tujuan
pendidikan.
b. Pengambilan keputusan.
Dapat dipahami
bahwa pengambilan keputusan
ialah proses pemecahan masalah
dengan menentukan pilihan dari beberapa alternatif untuk menetapkan
suatu tindakan dalam
mencapai tujuan yang diinginkan. Keputusan ada yang bersifat
terstrukturdan ada yang bersifat tidak
terstruktur. Keputusan terstruktur
dapat diambil manakala informasi, data,
dan fakta tersedia
secara lengkap untuk
memecahkan masalah sesuai prosedur.
Sedangkan putusan tidak
berstruktur adalah putusan yang
diambil manakala data dan informasi tidak tersedia untuk pengambilan keputusan.
c. Kebijakan sekolah.
Membangun komunitas
belajar yang produktif
dan memotivasi siswa agar
terlibat dalam kegiatan
yang bermakna adalah
tujuan utama pengajaran. Sebaliknya
guru-guru yang efektif
menerapkan berbagai strategi secara
independen sehingga motivasi
menjadi sebuah aspek permanen kelasnya yang kebutuhan
psikologis siswa-siswanya terpenuhi bahwa mereka menemukan kegiatan belajar
yang menarik dan bermakna serta mereka yakin akan berhasil.
4. PERAN GURU DALAM
MANAJEMEN KELAS
Guru
memiliki peran sebagai salah satu unsur pengelolapendidikan
pada suatu
lembaga pendidikan yang
terlihat langsung dalam mentransfer pengetahuan kepada siswa,
harus mampu mengelola kelasnya, merumuskan tujuan pembelajaran secara opersional,
menentukan materi pembelajaran, menetapkan metode
yang sesuai dengan
tujuan pembelajaran,
melaksanakan kegiatan pembelajaran,
mengevaluasi hasil belajar
dan kemampuan profesional guru
lainnya, agar proses
belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang
hendak dicapai. Peran dan fungsi guru berpengaruh terhadap
pelaksanaan pendidikan di
sekolah. Di antara
peran dan fungsi guru tersebut adalah sebagai berikut:
a.
Guru sebagai Pendidik
Guru adalah pendidik, yang menjadi
tokoh, panutan dan identifikasi bagi
para peserta didik,
dan lingkungannya. Oleh
karena itu, guru harus memilki standar
kualitas tertentu, yang
mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin.
b.
Guru
sebagai Pengajar
Kegiatan belajar
peserta didik dipengaruhin
oleh berbagai faktor, seperti motivasi,
kematangan, hubungan peserta
didik dengan guru,kemampuan verbal,
tingkat kebebasan, rasa
aman dan keterampilan guru dalam
ber komunukasi. Jika
faktor-faktor di atas
dipenuhi, maka melalui
pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat
sesuatu menjadi jelas
bagi peserta didik
dan terampil dalam memecahkan
masalah.
c.
Guru sebagai Pembimbing
Guru
dapat diibaratkan sebagai
pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan
dan pengalamanya bertanggungjawab atas kelancaran perjalanan
itu. Dalam hal
ini, istilah perjalanan
tidak hanya menyangkut fisik
tetapi juga perjalanan
mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih
dalam dan kompleks.
d. Guru sebagai Pelatih
Proses
pendidikan dan pembelajaran
memerlukan latihan keterampilan,
baik intelektual maupun
motorik, sehingga menuntut
guru untuk bertindak sebagai
pelatih. Hal ini
lebih ditekankan lagi
dalam kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi, karena tanpa latihan
tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar dan tidak akan mahir
dalam berbagai keterampilan
yang dikembangkan sesuai
dengan materi standar.
e. Guru sebagai Penasehat
Guru
adalah seorang penasehat
bagi peserta didik
juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memilki
latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap
untuk menasehati orang.
f. Guru sebagai Pembaharu (Inovator)
Guru
menerjemahkan pengalaman yang
telah lalu ke
dalam kehidupan yang bermakna
bagi peserta didik
g. Guru sebagai Model dan Teladan
Guru
merupakan model atau
teladan bagi peserta
didik dan semua orang
yang menganggap dia
sebagai guru.
h. Guru sebagai Pendorong Kreatifitas
Kreatifitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran
dan guru
dituntut untuk mende
akan monstrasikan dan menunjukkan kreatifitas tersebut.
i.
Guru sebagai Pekerja Rutin
Guru
bekerja dengan ketrampilan
dan kebiasaan tertentu,
serta kegiatan rutin yang
amat diperlukan dan
seringkali memberatkan. Jika kegiatan tersebut tidak dikerjakan
dengan baik, maka bisa mengurangi atau merusak keefektifan guru pada semua
peranannya.
j.
Guru sebagai Pemindah kemah
k.
Guru sebagai Pembawa Cerita
l.
Guru sebagai Aktor
m.
Guru sebagai Emansipator
n.
Guru sebagai Evaluator
o.
Guru sebagai Pengawet
p. Guru sebagai Kulminator
5. KODE ETIK GURU
Guru profesional
memiliki kemampuan dan
kekuatan unik yang
bisa saja digunakan untuk
tujuan yang baik
ataupun buruk.oleh sebab
itu, didalam profesi harus
ada kode etik yang
dijujung tinggi oleh
para anggotanya. Dengan
kata lain, kemampuan dan
kekuatan itu membawa
serta tanggung jawab
moral khusus untuk mengarahkan kepada tujuan yang
baik.Salah satu unsur
penentu atau pelaku
utama terjadinya proses
belajar mengajar dan sekaligus sebagai faktor penentu keberhasilan
tujuan pendidikan secara umum serta tujuan
proses belajar mengajar
khususnya adalah guru.
Guru adalah sosok seorang pahlawan yang
memiliki jasa yang
sangat besar dalam
dunia pendidikan karena mereka
kita dapat menjadi
manusia yang berguna
bagi agama,masyarakat, bangsa
dan negara serta
bagi keluarga. Seorang
guru dalam dunia pendidikan formal mempunyai tugas yang
sangat banyak dan kompleks bukan seperti penafsiran sebagian orang yang
menganggap bahwa seorang guru itu hanya bertugas memberikan mata
pelajaran saja tetapi
selain itu mereka
juga memiliki tugus
yang
lain.
Namun
pendapat sebagian mereka
yang menganggap bahwa guru
itu hanya memberikan teori
pelajaran adalah tidak
dapat dipersalahkan begitu
saja, karena memang ada
sebagian guru yang
hanya memberikan teori
saja tanpa memikirkan usaha untuk mengadakan penbinaan
lebih jauh terhadap anak didik. Hal ini disebabkan karena sang guru belum
memahami secara jelas akan tugas dan tanggung jawabnya. Untuk itu demi lebih
terarahnya akan tugas dan tanggung jawab
seorang guru, maka
suatu profesi keguruan
terasa perlu untuk
menerapkan aturan-aturan,norma-norma,kaida-kaida tertu yang dapat
dijadikan bagi seorang guru sebagai pedoman dalam melaksanakan tugasnya sebagai
tenaga pengajar.
a.
Guru berbakti membimbing
anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang berpancasila.
b.
Guru memiliki
kejujuran profesional dalam
menerapkan kurikulum sesuai kebutuhan anak didik masing-masing.
c.
Guru mengadakan
komunikasi, terutama dalam
memperolah imformasi tentang anak
anak didik, tetapi
menghindarkan diri dari
segala bentuk penyalahgunaan.
d.
Guru menciptakan
suasana kehidupan sekolah
dan memelihara hubungan dengan
orang tua anak didik sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
e.
Guru memelihara
hubungan baik dengan
masyarakat di sekitar
sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan
pendidikan.
f.
Guru sendiri atau
bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
g.
Guru menciptakan
dan memelihara hubungan
antara guru, baik
berdasar lingkunag kerja maupun dalam hubungan keseluruhan.
h.
Guru secara hukum
bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan mutu organisasi guru
profesional sebagai sarana pengabdiannya.
i.
Guru
melaksanakan segala ketentuan
yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang
pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Nanang Fattah. 2001.Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung : Remaja
Rosdakarya

Suharsimi Arikunto.1996. Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif . Jakarta : Grafindo Persada
Syaiful Bahri Djamara. 2005. Guru
dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarata: PT Rineka Cipta
Jelaskan guru sebagai pengawet pada tulisan antum tersebut?
BalasHapusTerimakasih
sebagai seorang guru, salah satu tugas kita yaitu mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi. sebagaipengawetguru harus bisa mengawetkan pengetahuan yang dimilikinya, dalam arti guru harus menguasai materi standar yang akan di berikan kepada peserta didik
HapusTulisannya sangat bermanfaat..terimakasih.. 😍
BalasHapusSama2 yaa
HapusMaterinya sangat bagus, bermanfaat sekali🤩
BalasHapusMakasih yaa
HapusCoba saudari jelaskan poin a pada materi guru sebagai pedoman dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar!
BalasHapusGuru itu pedoman atau contoh yang paling mudah untuk di tiru anak. Jadi kita sebagai calon guru harus bisa berprilaku baik dan mampu mendidik anak kita. Agar menjadi sukses
HapusSanagt bermanfaat
BalasHapusMakasihhh
HapusMenurut ukhti kode etik guru itu penting tidak diterapkan? Ditunggu jawaban ukhti..
BalasHapusSyukronn😊
Sangat penting sekali ukhti ku. Karena sebagai seorang guru kita harus tau aturan yang ada. Dan kita sebagai guru nantinya yang akan mendidik dan membimbing anak didik kita.
HapusMakasih ukhti, atas jawabannya. Ana sudah mengerti
HapusSyukron ukhti,sangat membantu tulisannya
BalasHapus😊
HapusSyukron kak,sngat bermamfaat materinya
BalasHapusMakasih ya
HapusMateri yang dibahas pada tulisan ini sangat bermanfaat,namun dalam penulisannya kurang sempurna karna adanya pembahasan yang tidak fokus pada poinnya(contoh:poin no. 2 mengenai tujuan menejemen pembelajan). Dan hal yang perlu dirapikan lagi yaitu kesistematisan dalam penulisan, agar pembaca dapat dengan mudah memahami materi secara bertahap.
BalasHapusTerimakasih insya allah saya akan memperbaikinya
HapusDan terimakasih juga sudah meluangkan waktu untuk membaca blog saya...
Sangat bermenfaat tem,😁😁😁
BalasHapusMakasih
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBagus dan sangat bermanfaat kak😊
BalasHapusSyukron kak, materinya bermanfaat dan menambah wawasan😁
BalasHapusMaterinya sngat bermanfaat terima kasih
BalasHapusTerimakasih ya kak. Sngt mnambah wawasan.
BalasHapusSangat bermanfaat sekali materinya
BalasHapusSangatlah membantu
BalasHapus