TUGAS 10
NURISMA 1620151
PRINSIP- PRINSIP DISIPLIN KELAS
A. Pengertian disiplin
Disiplin secara etimologi berasal
dari bahasa latin “ disibel” yang berarti pengikut. Seiring dengan
perkembangan bahasa, kata tersebut mengalami perubahan menjadi ‘disipline”yang
artinya kepatuhan atau yang menyangkut tata tertib. Berbeda dengan pendapat
yang menyatakan bahwa disiplin berasal dari bahasa latin “Disciplina”yang
berarti latihan atau pendidikan kesopanan dan kerohanian serta pengembangan
tabiat. Jadi sifat disiplin berkaitan dengan pengembangan sikap yang layak
terhadap pekerjaan.Sekarang ini kata displin telah berkembang mengikuti
kemajuan ilmu pengetahuan, sehingga banyak para ahli baik ahli bahasa maupun
sosial dan etika dan estetika memberikan definisi yang berbeda-beda.
Disiplin adalah kesadaran untuk melakukan
sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan
yang berlaku dengan penuh tanggung jawab tanpa paksaan dari siapapun
(AsyMas’udi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Yogyakarta: PT
TigaSerangkai, 2000).
Sedangkan The Liang Gie
(1972) memberikan pengertian disiplin sebagai suatu keadaan tertib di mana
orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi tunduk pada
peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa senang.
Jadi dapat di pahami bahwa disiplin adalah
rasa tanggung jawab dari pihak murid berdasarkan kematangan rasa sosial untuk
mematuhi segala aturan dan tata tertib di sekolah sehingga dapat belajar dengan
baik.
Di dalam pembicaraan disiplin dikenal dua istilah yang
pengertiannya hampir sama tetapi terbentuknya satu sama lain
merupakan urutan. Kedua istilah itu adalah disiplin dan ketertiban, ada juga
yang menggunakan istilah siasat dan ketertiban. Diantara kedua istilah tersebut
terlebih dahulu termasuk pengertian ketertiban, baru kemudian pengertian
disiplin (Suharsimi: 114).Ketertiban merajuk kepada ketertiban seseorang dalam
mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong atau di sebabkan oleh
sesuatu yng datang dari luar
Dari beberapa pengertian di atas
dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah ketaatan dan ketepatan pada suatu
aturan yang dilakukan secara sadar tanpa adanya dorongan atau paksaan pihak
lain atau suatu keadaan di mana sesuatu itu berada dalam tertib, teratur
dan semestinya serta tiada suatu pelanggaran-pelanggaran baik secara langsung
maupun tidak langsung.
B. Bentuk- Bentuk Disiplin Belajar Siswa
1. Disiplin siswa
dalam menentukan dan menggunakan cara atau strategi belajar
Keberhasilan siswa dalam studinya dipengaruhi oleh cara belajarnya.
Siswa yang memiliki cara belajar yang efektif memungkinkan untuk mencapai hasil
atau prestasi yang lebih tinggi dari pada siswa yang tidak mempunyai cara
belajar yang efektif. Untuk belajar secara efektip dan efisien diperlukan kesadaran dan disiplin
tinggi setiap siswa.Belajar secara efektip dan efisien dapat dilakukan oleh
siswa yang berdisiplin. Siswa
yang memiliki disiplin dalam belajarnya akan berusaha mengatur dan menggunakan
strategi dan cara belajar yang tepat baginya. Jadi langkah pertama yang perlu
dimiliki agar dapat belajar secara efektip dan efisien adalah kesadaran atas
tanggung jawab pribadi dan keyakinan bahwa belajar adalah untuk kepentingan
diri sendiri, dilakukan sendiri dan tidak menggantungkan nasib pada orang lain.
Hal ini sejalan dengan pendapat yang menyatakan belajar akan lebih
berhasil apabila kita memiliki :
a.
Kesadaran atas tanggung jawab belajar,
b.
Cara belajar yang efisien,
c.
Syarat-syarat yang diperlukan ( Oemar Hamalik,Metoda Belajar Dan Kesulitan-KesulitanBelajar(Bandung:
Tarsito,2005)
Selain memiliki strategi belajar siswa yang tepat, siswa juga perlu
memperhatikan metode atau cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam
belajarnya. Seperti yang kita ketahui belajar bertujuan untuk mendapat
pengetahuan, sikap, kecakapan dan keterampilan. Cara yang demikian itu jika
dilakukan dengan penuh kesadaran dan disiplin tinggi maka akan menjadi suatu
kebiasaan, dan kebiasaan dalam belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar.
Demikianlah cara-cara belajar yang perlu
diperhatikan oleh setiap siswa, karena dengan memiliki cara belajar yang baik
akan membantu siswa dalam mencapai prestasi yang tinggi, dan cara tersebut
dapat dilaksanakan dengan baik secara teratur setiap hari, apabila siswa
memiliki sikap disiplin. Jadi
siswa yang pada dirinya tertanam sikap disiplin akan selalu mencari dan
menentukan cara belajar yang tepat baginya.
2. Disiplin
terhadap pemanfaatan waktu
a.
Cara mengatur waktu belajar.
Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pelajar atau siswa
adalah banyak pelajar atau siswa yang mengeluh kekuragan waktu untuk
belajarnya, tetapi mereka sebenarnya kurang memiliki keteraturan dan disiplin
untuk mempergunakan waktu secara efisien.Banyak waktu yang terbuang-buang
disebabkan karna mengobrol omongan-omongan yang tidak habis-habisnnya.Sikap
yang demikian itu harus ditinggalkan oleh siswa karena yang demikian itu tidak
bermanfaat baginya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang berhasil mencapai
kesuksesan dalam hidupnya adalah orang-orang yang hidup teratur dan berdisiplin
memanfaatkan waktunya. Dalam ajaran islam disiplin dalam pemanfaatan waktu
sangat dianjurkan, disiplin bukan hanya dalam pemanfaatan waktu belajar saja,
tetapi disiplin perlu juga dilakukan oleh setiap orang dalam setiap waktu dan
kesempatan.
Dalam belajar pemanfaatan waktu secara baik dan dikerjakan dengan
baik dan tepat waktu adalah merupakan hal yang terpuji.Dari uraian di atas
dapat dipahami bahwa penggunaan atau pamanfaatan waktu dangan baik menumbuhkan
disiplin dalam mempergunakan waktu secara efisien.
b.
Pengelompokan waktu.
Banyak siswa yang belajarnya kurang dapat memanfaatkan waktunya
dengan sebaik-baiknya karena tidak membagi-bagi waktunya untuk macam-macam
keperluan, oleh karna itu, berbagai segi dan teknik untuk mengatur pemakaian
waktu perlu dipahami sebagai langkah untuk mengembangkan keterampilan mengelola
waktu studi.
c.
Penjadwalan waktu belajar.
Setiap siswa perlu mengadakan prinsip belajar secara taratur.dan
untuk belajar secara teratur setiap hari harus mempunyai rencana kerja. Agar
siswa tidak bayak membuang waktu untuk memikirkan mata pelajaran yang akan
dipekajari suatu saat dan apa yang harus dikerjakannya. Oleh karna itu agar
siswa tidak dihinggapi keraguan-keraguan terhadap apa yang hendak dipelajarinya
maka ia harus punya rencana kerja atau daftar waktu dalam belajar.
Adapun cara untuk membuat jadwal yang baik adalah sebagai berikut
a.
Memperhitungkan waktu setiap hari untuk keperluan-keperluan tidur,
belajar, makan, mandi, olah raga dan lain-lain.
b.
Menyelidiki dan menentukan waktu-waktu yang tersedia setiap hari.
c.
Merencanakan peggunaan belajar itu dengan cara menetapkan
jenis-jenis mata pelajaran dan urutan-urutan yang harus dipelajari.
d.
Menyelidiki waktu-waktu mana yang dapat dipergunakan untuk belajar
dengan hasil terbaik.
e. Berhematlah dengan waktu, setiap siwa
janganlah ragu untuk memulai pekerjaan, termasuk juga belajar.
3. Disiplin
terhadap tugas.
a.
Mengerjakan tugas rumah
Salah
satu prinsip belajar adalah ulangan dan latihan. Sejalan dengan pendapat yang
mengatakan bahwa : ”Mengerjakan tugas dapat berupa pengerjaan tes atau ulangan
atau ujian yang diberikan guru, tetapi juga termasuk membuat atau mengerjakan
latihan-latihan yang ada dalam buku ataupun soal-soal buatan sendiri”(Slameto, Belajar
Dan Faktor-Fakto yang Mempengaruhinya(Jakarta: Rineka Cipta,2003)
Berdasarkan pendapat tersebut di atas maka, tugas itu dapat berupa
tes atau ulangan dan juga dapat berupa latihan-latihan soal atau pekerjaan
rumah.jika siswa mempunyai kebiasaan untuk melatih diri mengerjakan soal-soal
latihan serta mengerjakan pekerjaan rumah dengan disiplin, maka siswa tersebut
tidak akan terlalu kesulitan dalam belajarnya, serta dapat dengan mudah
mengerjakan setiap pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru.
b.
Mengerjakan tugas di sekolah
Adapun tugas di sekolah mencakup mengerjakan latihan-latihan tes
atau ulangan harian, ulangan umum ataupun ujian, baik yang tertulis maupun
lisan. Dalam menghadapi tugas-tugas di atas perlu dilaksanakan langkah-langkah
persiapan sebagai berikut :
1.
Hindarilah belajar terlalu banyak pada saat-saat terahir
mengerjakan tes (semua bahan hendaknya sudah siap jauh-jauh sebelumnya).
2.
Pelajarilah kembali bahan yang sudah pernah didapat secara teratur
sehari atau dua hari sebelumnya.
3.
Buatlah suatu ringkasan atau garis besar tentang bahan yang sedang
dipelajari kembali itu.
4.
Pelajarilah juga latihan soal dan hasil tugas yang sudah pernah
dikerjakan.
5.
Peliharalah kondisi kesehatan.
6.
Konsentrasikan seluruh perhatian terhadap tugas yang akan ditempuh.
7.
Siapkanlah segala alat atau perlengkapan-perlengkapan yang
diperlukan dan jika diperlukan syarat-syarat tertentu, bereskanlah seawal
mungkin.
4. Disiplin
terhadap tata tertib.
Didalam proses balajar mengajar, disiplin terhadap tata tertib
sangat penting untuk diterapkan, karna dalam suatu sekolah tidak memiliki tata
tertib maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan lancar sesuai
dengan rencana,Antara peraturan dan tata tertib merupakan suatu kesatuan yang
tidak dapat dipisahkan sebagai pembentukan disiplin siswa dalam mentaati
peraturan di dalam kelas maupun diluar kelas.
Untuk melakukan disiplin terhadap tata tertib dengan baik, maka
guru bertanggung jawab menyampaikan dan mengontrol berlakunya peraturan dan
tata tertib tersebut. Dalam hal ini staf sekolah atau guru perlu terjalinnya
kerja sama sehingga tercipta disiplin kelas dan tata tertip kelas yang baik
tampa adanya kerja sama tersebut dalam pembinaan disiplin sekolah maka akan
terjadi pelanggaran terhadap peraturan dan tata tertip sekolah serta
terciptanya suasana balajar yang tidak diinginkan.
Dengan demikian untuk terciptanya disiplin yang harmonis dan
terciptanya disiplin dari siswa dalam rangka pelaksanaan peraturan dan tata
tertib dengan baik, maka di dalam suatu lambaga atau lingkungan sekolah perlu
menetapkan sikap disiplin terhadap siswa, agar tercipta proses belajar mengajar
yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
AsyMas’udi. 2000. Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan.Yogyakarta: PT TigaSerangkai
Oemar Hamalik.2005. Metoda
Belajar Dan Kesulitan-KesulitanBelajar.Bandung: Tarsito
Slameto.2003.Belajar Dan Faktor-Fakto yang
Mempengaruhinya.Jakarta:
Rineka Cipta
Sangat bermanfaat kak
BalasHapusTerimakasih ya kak. Sngt mnambah wawasan.
BalasHapusApa sih kendala guru dalam disiplin kelas?
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSangat membantu kak
BalasHapusBrmnfaat skli
BalasHapusmaterinya bagus.. sangat menambah wawasan
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMateri nya bermanfaat kakak
BalasHapusBermanfaat sekali materinya
BalasHapussangat membantu
BalasHapusTerimakasih, sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus, sangat bermanfaat.
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusMaterinya bermanfaat kak
BalasHapusMateri nya sangat bermanfaat kakak
BalasHapusBagus😇
BalasHapus