TUGAS 13
NURISMA 1620151
MENCIPTAKAN
SUASANA KELAS YANG EFEKTIF
A. Pengertian Pembelajaran Yang Efektif
Hakikat pembelajaran yang efektif adalah
proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai
peserta didik, namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu
memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu
serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan
mereka.
Pembelajaran efektif juga akan melatih dan
menanamkan sikap demokratis bagi siswa dan juga dapat menciptakan suasana
pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk
mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan
kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri.
Dryden dan Voss (1999) mengatakan bahwa
belajar akan efektif jika suasana pembelajarannya menyenangkan. Seseorang yang
secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya dan memerlukan dukungan suasana dan
fasilitas belajar yang maksimal. Suasana yang menyenangkan dan tidak disertai
suasana tegang sangat baik dan mendukung untuk membangkitkan motivasi
belajar. Anak-anak pada dasarnya belajar paling efektif pada saat mereka sedang
bermain atau melakukan sesuatu yang mengasyikkan. Artinya belajar paling
efektif jika dilakukan secara aktif oleh individu tersebut.
B. Menciptakan Suasana Belajar Yang
Menyenangkan
Beberapa tips yang dapat menjadi panduan
dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan:
1. Ciptakan iklim yang nyaman buat anak
didik Anda
Iklim
yang nyaman akan menghilangkan kecanggungan siswa, baik sesama guru maupun
antar siswa sendiri. Hal ini juga bisa mendorong siswa untuk mengajukan
pertanyaan, sehingga komunikasi antara pendidik dan anak didik dapat terbangun.
Sebagai pengajar, Anda dapat menjelaskan kepada siswa bahwa tidak akan ada
siswa lain yang akan mengejek ketika ia bertanya. Beri motivasi kepada siswa
bahwa dengan bertanya, akan memudahkannya untuk lebih mengetahui tentang
sesuatu hal daripada hanya diam mendengarkan.
2. Dengarkan dengan serius setiap komentar
atau pertanyaan yang diajukan oleh siswa Anda.
Jika
siswa Anda mengajukan pertanyaan, sebisa mungkin fokus dan memperhatikannya.
Meski sederhana, hal ini akan menumbuhkan kepercayaan diri siswa karena ia
merasa diperhatikan. Seringkali siswa merasa kurang percaya diri sehingga
enggan untuk memberikan kontribusi di dalam kelas. Nah, tugas Anda sebagai
pengajar, membangun kepercayaan diri siswa dengan menunjukkan
perhatian-perhatian saat siswa merasa sedang ingin didengarkan.
3. Jangan ragu memberikan pujian kepada
siswa
Anda juga
bisa mencoba dengan memuji setiap komentar yang diajukan oleh anak didik Anda.
Misalnya, "Oh, itu ide yang sangat bagus" ,atau "Pertanyaan
kamu bagus, itu tidak pernah saya pikirkan sebelumnya”.
4. Beri pertanyaan yang mudah dijawab
Jika hal
di atas belum juga berhasil untuk mengajak siswa memberikan komentar atau
pertanyaan, giliran Anda untuk mengajukan pertanyaan memancing yang bisa
membuat anak didik Anda tidak lagi bungkam di dalam kelas. Pastikan pertanyaan
Anda mampu dijawab oleh siswa, sehingga saat menjawab secara tidak langsung
melatih siswa untuk berbicara. Saat siswa sudah mulai merespon, beri senyum
kepada siswa yang sudah berkomentar. Hal ini akan mengurangi rasa canggung yang
biasa ia perlihatkan.
5. Biarkan siswa mengetahui pelajaran
sebelum kelas dimulai
Minta
agar para siswa mempelajari bahan yang nantinya akan Anda tanyakan. Sehingga,
ia akan mempersiapkannya terlebih dulu. Jika saat anda bertanya dan para siswa
tidak merespon, ubah format pertanyaan anda yang hanya membutuhkan jawaban
"ya" atau "tidak".
6. Controlling
Kontrol para siswa dengan alat kontrol
yang Anda miiliki. Gunanya adalah untuk mengetahui seberapa banyak siswa yang
biasanya berpartisipasi dalam kelas. Jika Anda menemukan beberapa siswa yang
tingkat partisipasinya dalam kelas sangat kurang, maka ajak ia berkomunikasi
secaraa pribadi. Mungkin dengan begitu ia akan merasa percaya diri. Selain itu,
jika yang Anda temukan hanyalah permasalahan kurang percaya yang menjadikannya
diam selama kelas berlangsung, maka tugas Anda selanjutnya adalah memberi ia
tugas yang bisa membantunya untuk berkomunikasi. Misalnya, tugas berpidato
dalam kelas.
Guru sebagai pembimbing
diharapkan mampu menciptakan kondisi yang strategi yang dapat membuat peserta
didik nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. kondisi pembelajaran
yang efektif, maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini:
a. Melibatkan Siswa secara Aktif
Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam
beberapa hal, antara lain :
1. Aktivitas visual, seperti membaca, menulis, melakukan
eksprimen.
2. Aktivitas lisan,
seperti bercerita, tanya jawab.
3. Aktivitas mendengarkan, seperti mendengarkan
penjelasan guru, mendengarkan pengarahan guru.
4. Aktivitas gerak, seperti melakukan praktek di tempat
praktek.
5.
Aktivitas menulis, seperti mengarang, membuat surat,
membuat karya tulis.
Aktivitas kegiatan pembelajaran siswa di kelas
hendaknya lebih banyak melibatkan siswa, atau lebih memperhatikan aktivitas
siswa. Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa :
1. Tingkatkan partisifasi siswa dalam kegiatan
pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai teknik mengajar.
2. Berikanlah materi pelajaran yang jelas dan tepat
sesuai dengan tujuan pembelajaran.
3. Usahakan agar pembelajaran lebih menarik minat siswa.
Untuk itu guru harus mengetahui minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan
pembelajaran.
b. Menarik Minat dan Perhatian Siswa
Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat
dan perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada
diri seseorang. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar, sebab
dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya
tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Keterlibatan siswa dalam
pembelajaran erat kaitannya dengan sifat, bakat dan kecerdasan siswa.
Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat, bakat dan kecerdasan siswa
merupakan pembelajaran yang diminati.
c. Membangkitkan Motivasi Siswa
Motif adalah semacam
daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya untuk melakukan
sesuatu. Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif
menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai
tujuan. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia
mau belajar. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi siswa :
1. Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya
untuk meningkatkan prestasi belajarnya
2. Pada awal kegiatan pembelajaran, guru hendaknya
terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang akan dicapai
dalam pembelajaran tersebut, sehingga siswa terpancing untuk ikut serta didalam
mencapai tujuan tersebut.
3. Guru berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk
mencapai tujuan pembelajaran.
4. Guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada
siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri
5. Guru selalu berusaha menarik minat belajar siswa.
6. Sering-seringlah memberikan tugas dan memberikan nilai
seobyektif mungkin.
d. Memberikan pelayanan
individu Siswa
Perlunya keterampilan guru di dalam memberikan variasi
pembelajaran agar dapat diserap oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan
kemampuan, dan disini pulalah perlu adanya pelayanan individu siswa. Memberikan pelayanan
individual siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan
saja, melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas
tertentu. Sistem pembelajaran individual atau privat, belakangan ini memang
cukup marak dilakukan melalui les-les privat atau melalui lembaga-lembaga
pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual.
e. Menyiapkan dan
Menggunakan berbagai Media dalam Pembelejaran
Alat peraga/media
pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk
membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan
mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Pembelajaran yang efektif harus
mulai dengan pengalaman langsung yang yang dibantu dengan sejumlah alat peraga
dengan memperhatikan dari segi nilai dan manfaat alat peraga tersebut dalam
membantu menyukseskan proses pembelajaran di kelas.
DAFTAR
PUSTAKA
Slameto. 1995. Belajar dan Faktor - Faktor Belajar
yang Mempengaruhi. Jakarta. rineka cipta
Menurut saudari, bagaimana menciptakan suasana yang efektif dikelas?
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSebutkan kndala-kendala apa saja yang dialami siswa sehingga membuat mereka tidak fokus belajar!
BalasHapusTetimakasih ya kak. Sngt menambah wawasan kak.
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusBrmnfaat skli
BalasHapusmaterinya sangat membantu sekali.. terima kasih
BalasHapusSangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih kakak. Materinya bagus sekali.
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat sekali kak, terima kasih
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusBagus
BalasHapus