Tugas 14
Nurisma 1620151
MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH
DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH
A. Pengertian
Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Hubungan sekolah dan masyarakat adalah
suatu proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat untuk meningkatkan
pengertian masyarakat tentang kebutuhan serta kegiatan pendidikan serta
mendorong minat dan kerjasama untuk masyarakat dalam peningkatan dan pengembangan
sekolah. Kindred, balgin dan Gallagher mendefinisikan “hubungan sekolah dan
masyarakat ini sebagai usaha kooperatif untuk menjaga dan mengembangkan saluran
informasi dua arah yang efisien serta saling pengertian antara sekolah,
personel sekolah dengan masyarakat”
Definisi tersebut diatas mengandung
beberapa elemen penting, sebagai berikut:
1.
Adanya
kepentingan yang sama antara sekolah dengan masyrakat. Masyarakat memerlukan
sekolah untuk menjamin bahwa anak-anak sebagai generasi penerus akan dapat
hidup lebih baik, demikian pula sekolah.
2.
Untuk
memenuhi harapan masyarakat itu, masyarakat perlu berperan serta dalam
pengembangan sekolah. Yang dimaksud peran serta sekolah adalah kepedulian
masyarakat tentang hal-hal yang terjadi disekolah, serta tindakan membangun
dalam perbaikan sekolah.
3.
Untuk
meningkatkan peran serta itu diperlukan kerja sama yang baik, melalui
komunikasi dua arah yang efisien.
B. Bentuk
Opersional Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
1. Di bidang Sarana Akademik
Tinggi rendahnya prestasi lulusan
(kualitas maupun kuantitas), penelitian, karya ilmiah (lokal, nasional,
internasiona), jumlah dan tingkat kesarjanaan pendidiknya, sarana dan prasarana
akademik termasuk laboratorium dan perpustakaan atau proses belajar mengajar,
SB yang mutakhir serta teknologi instruksional yang mendukung PBM, termasuk
ukuran prestasi dan prestise-nya.
2. Di bidang Sarana Pendidikan
Gedung atau bangunan sekolah termasuk
ruang belajar, ruang praktikum, kantor dan sebagainya beserta perabot atau
mebeuler yang memadai akan memiliki daya tarik tersendiri bagi popularitas
sekolah.
3. Di bidang Sosial
Partisipasi sekolah dengan masyarakat
sekitarnya, seperti kerja bakti, perayaan-perayaan hari besar nasional atau
keagamaan, sanitasi dan sebagainya akan menambah kesan masyarakat sekitar akan
kepedulian sekolah terhadap lingkungan sekitar sebagai anggota masyarakat yang
senantiasa sadar lingkungan demi baktinya terhadap pembangunan masyarakat
4. Kegiatan Karya Wisata
Kegiatan karya wisata juga bisa
dijadikan sarana hubungan sekolah dengan masyarakat, seperti membawa spanduk
serta atribut sekolah sampai keluar daerah menyababkan nama sekolah dapat
dikenal lebih luas sampai luar kota. Bahkan tertib sopan santun para siswanya
di perjalanan akan mendapat kesan tersendiri dari masyarakat yang disinggahi
dan dilaluinya.
5. Kegiatan Olah Raga dan Kesenian
Juga dapat merupakan sarana hubungan sekolah
dengan masyarakat, misalnya dalam porseni dan lomba antar sekolah akan membawa
keunggulan sekolah dan membawa nama harum sekolah tersebut.
6. Menyediakan fasilitas sekolah untuk
kepentingan masyarakat sekitar sepanjang tidak mengganggu kelancaran PBM,
demikian sebaliknya fasilitas yang ada di masyarakat sekitarnya dapat digunakan
untuk kepentingan sekolah.
7. Mengikutsertakan tokoh-tokoh
masyarakat dalam kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler sekolah, baik secara
langsung maupun tidak langsung. Dan masih banyak lagi kegitan operasional
hubungan sekolah dengan masyarakat yang dikreasikan sesuai situasi, kondisi
serta kemampuan pihak-pihak terkait.
1. Kegiatan Eksternal
Kegiatan ini selalu berhubungan atau
ditujukan kepada instansi atasan dan masyarakat di luar sekolah. Ada dua
kemungkinan yang bisa dilakukan dalam hal ini yakni:
a.
Indirect
act adalah kegiatan hubungan sekolah dengan masyar\akat melalui perantara media
tertentu seperti misalnya: informasi lewat televisi, penyebaran informasi lewat
radio, penyebaran informasi melalui media cetak, pameran sekolah dan berusaha
independen dalam penerbitan majalah atau buletin sekolah.
b.
Direct
act adalah kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat melalui tatap muka,
misalnya: rapat bersama dengan komitte sekolah, konsultasi dengan tokoh
masyarakat, melayani kunjungan tamu dan sebagainya.
2. Kegiatan Internal
Kegiatan ini merupakan publisitas ke
dalam, sasarannya adalah warga sekolah yang bersangkutan yaitu para pendidik,
karyawan, dan peserta didik. Kegiatan ini juga dapat dilakukan dengan dua
kemungkinan yakni:
1.
Indirect
act adalah kegiatan internal melalui penyampaian informasi melalui surat
edaran; penggunaan papan pengumuman di sekolah; penyelenggaraan majalah
dinding; menerbitkan buletin sekolah untuk dibagikan pada warga sekolah;
pemasangan iklan/pemberitahuan khusus melalui media massa; dan kegiatan pentas
seni.
2.
Direct
act adalah kegiatan internal yang dapat berupa: rapat dewan guru; upacara
sekolah; karyawisata/rekreasi bersama; dan penjelasan pada berbagai kesempatan
.Banyak orang berpendapat bahwa hubungan kerja sama antara sekolah dan
masyarakat hanyalah dalam hal mendidik anak belaka. Padahal hubungan
antara sekolah dan masyarakat itu mengandung arti yang lebih luas dan mencakup
beberapa bidang
D. Tujuan Hubungan
Sekolah dan Masyrakat
Tujuan hubungan sekolah dan masyarakat
dapat dikelompokkan menjadi tiga tujuan pokok, yaitu :
1.
Mengambangkan Mutu Belajar dan
Petumbuhan Anak-Anak
Untuk mengembakangkan mutu belajar dan
pertumbuhan anak-anak hendaknya personil sekolah mengetahui benar-benar kondisi
masyarkat lingkungan hidup anak-anak yang sangat penting bagi program
pendidikan. Kepala Sekolah dan guru-guru hendaknaya mengikutsertakan masyarakat
untuk dapat bekerja sama dan memanfaatkan sumber-sumber di dalam masyarakat
yang diperlukan untuk memperkaya program sekolah.
2.
Meningkatkan Tujuan dan Mutu Kehidupan
Masyarakat
Di dalam masyarakat yang demokratis,
sekolah seyogayanya dapat menjadikan dirinya sebagai pelopor dan pusat
perkembangan bagi perubahan-perubahan masyarakat dalam bidang ekonomi,
kebudayaan, teknologi dan sebagai ke tingkat yang tinggi. Bukan sekolah yang harus
mengekor secara pasif kepada perkembangan masyarakat, tetapi sebaliknya
sekolahlah justru yang harus memelopori bagaimana dan kemana masyarakat itu
harus dikembangkan.
3.
Mengembangkan Pengertian, Antusiasme dan
Partisipasi Masyarakat
Pengertian, antusiasme dan partisipasi
masyarakat tersebut sangat penting, apalagi bagi masyarakat kita yang pada
umumnya masih belum menyadari bahwa tugas dan tanggung jawab pendidikan
anak-anak adalah juga tugas dan tanggung jawab masyarakat di samping sekolah
dan pemerintah.
DAFTAR PUSTAKA
Padil, Moh dan Triyo Supriayatno.
2010. Sosiologi Pendidikan. Malang :
UIN-Maliki Press.
UIN-Maliki Press.
Suryosubroto, B. Drs. 2012. Hubungan
Sekolah dengan Masyarakat (School Public Relations). Jakarta : PT
Rineka Cipta.
Bagus sekali materinya .
BalasHapusBisa sabagai tambahaj referensi
BalasHapusMaterinya bermanfaat.
BalasHapusTerimakasih, sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus kak
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat kak.. Terimakasih 😊👍
BalasHapusBagus materinya dan bermanfaat bagi saya
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapussangat bermanfaat kak.. semoga bisa diterapkan
BalasHapusSngat brmnfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus, sangat bermanfaat.
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat
BalasHapus
BalasHapusMaterinya bagus
BalasHapusMaterinya bagus
Sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat sekali kak, semoga bisa diterapkan ya
BalasHapusMaterinya bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat sekali kak, semoga bisa diterapkan ya
BalasHapusSangat bermanfaat😄
BalasHapusMakasih materinya
BalasHapus