TUGAS 8
NURISMA 1620151

MASALAH DALAM KELAS DAN UPAYA PEMECAHANNYA

A.       LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan  berfungsi  membantu  peserta  didik  dalam  pengembangan  dirinya,  yaitu  pengembangan  semua  potensi,  kecakapan,  serta  karakteristik  pribadinya  ke  arah  yang  positif,  baik  bagi  dirinya  maupun  lingkungannya. Siswa sebagai subjek pendidikan, dituntut supaya aktif dalam belajar mencari  informasi  dan  mengeksplorasi  atau  secara  berkelompok.  Guru  hanya  berperan sebagai  fasilitator  dan  pembingbing  kearah  pengomtimalan  pencapaian  ilmu pengetahuan  yang  dipelajari  diharapkan  dalam  proses  pembelajaran  siswa  mau dan  mampu  mengemukakan  pendapat  sesuai  dengan  apa  yang  telah  dipahami, berinteraksi  secara  positif  antara  siswa  dengan  siswa  maupun  antara  siswa  dan guru apabila ada kesulitan
Guru sebagai pengelola kelas, dalam perannya, guru hendaknya mampu mengelola kelas karena kelas merupakan lingkungan belajar serta merupakan suatu aspek dari lingkungan sekolah yang perlu di organisasi. Lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan - kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Salah satu manajemen kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya kepada guru sehingga mereka mampu membimbing kegiatannya sendiri, sebagai manajer, guru hendaknya mampu memimpin kegiatan belajar yang efektif serta efisien dengan hasil optimal.                 
Menurut Popi Sopiatin (2010: 48) Ada beberapa hal yang harus mendapatkan perhatian dalam upaya menciptakan manajemen kelas yang efektif adalah sebagai berikut:
1.      Memulai pelajaran tepat waktu
2.       Menata Tempat duduk yang tepat dengan cara menyelaraskan antara format dan jam pelajaran
3.      Mengatasi gangguan dari luar
4.      Menetapkan aturan dan prosedur dengan jelas dan dapat di laksanakan dengan konsisten
5.       Peralihan yang mulus antar segmen pelajaran
6.      Siswa yang berbicara pada saat proses belajar mengajar berlangsung
7.      Pemberian pekerjaan rumah
8.      Mempertahankan momentum selama pelajaran
9.       Downtime, kelebihan waktu yang dimiliki oleh siswa pada saat melakukan tugas tugas dalam proses belajar mengajar.
10.  Mengakhiri pelajaran Suasana kelas yang kondusif dapat menghasilkan pembelajaran yang sebaik mungkin.
Manajemen kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri namun terkait dengan beberapa faktor. Permasalahan siswa merupakan masalah yang terkait langsung. Dalam hal ini, karena manajemen kelas yang dilakukan guru tidak lain untuk meningkatkan semangat belajar siswa. Keakraban guru dengan siswa, tingginya kerja sama tercipta dalam bentuk interaksi. Adanya interaksi itu tentu saja bergantung pada pendekatan yang dilakukan oleh guru terhadap siswanya. Pendekatan bisa dilakukan dengan berbagai cara yaitu memberikan perhatian, ancaman maupun kebebasan dll. Hal itu bisa dilakukan selama pelajaran berlangsung agar kondisi kelas yang tenang dapat diciptakan.
Selain pendekatan yang harus dilakukan oleh guru dalam menjaga kondisi kelas agar tetap optimal juga diperlukan adanya ketrampilan-keterampilan dalam mengelolanya dan prinsip-prinsip manajemen yang harus dipahami oleh setiap guru yang bersangkutan. Kemampuan dalam mengelola perilaku siswa merupakan kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang guru karena terdapat hubungan yang erat antara prestasi belajar siswa dengan perilakunya di sekolah prestasi yang rendah sering menimbulkan perilaku buruk karena siswa merasa kecewa dengan sekolahnya.

B.     KEBIJAKAN PENANGANAN MASALAH DALAM KELAS
Kegiatan guru didalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan-tujuan seperti menelaah kebutuhan-kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan pelajaran kepada siswa, mengajukan pertanyaan kepada siswa, menilai kemajuan siswa adalah contoh-contoh kegiatan mengajar. Kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

Untuk dapat menangani masalah-masalah pengelolaan kelas secara efektif guru harus mampu:
1.              Mengenali secara tepat berbagai jenis masalah pengelolaan kelas baik yang bersifat perorangan maupun kelompok
2.              Memahami pendekatan mana yang cocok dan tidak cocok untuk jenis masalah tertentu.
3.              Memilih dan menetapkan pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang dimaksud.

                     
C.     MACAM MACAM PERMASALAHAN DALAM MANAJEMEN KELAS
Ada dua masalah yang ada di kelas, yaitu masalah pengajaran dan masalah pengelolaan kelas. Masalah pengajaran harus ditangani dengan pemecahan yang bersifat pengajaran dan masalah pengelolaan harus ditangani dengan pemecahan yang bersifat pengelolaan. Solusi untuk dapat menangani masalah-masalah pengelolaan kelas secara efektif guru harus mampu:Mengenali secara tepat berbagai jenis masalah pengelolaan kelas baik yang bersifat perorangan maupun kelompok, Memahami pendekatan mana yang cocok dan tidak cocok untuk jenis masalah tertentu. Dan Memilih dan menetapkan pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah.
1.      Masalah Perorangan
Penggolongan masalah perorangan ini didasarkan atas anggapan dasar bahwa tingkah laku manusia itu mengarah pada pencapaian suatu tujuan. Setiap individu memiliki kebutuhan dasar untuk memiliki dan untuk merasa dirinya berguna. Jika seorang individu gagal mengembangkan rasa memiliki dan rasa dirinya berharga maka dia akan bertingkah laku menyimpang
Ada empat teknik sederhana untuk mengenali adanya masalah-masalah perorangan seperti diuraikan diatas pada diri para siswa.
1.      Jika guru merasa terganggu (atau bosan) dengan tingkah laku seorang siswa, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah mencari perhatian.
2.      Jika guru merasa terancam (atau merasa dikalahkan), hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah mencari kekuasaan.
3.      Jika guru merasa amat disakiti, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah menuntut balas.
4.      Jika guru merasa tidak mampu menolong lagi, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah ketidakmampuan. Ditekankan, guru hendaknya benar-benar mampu mengenali dan memahami secara tepat arah tingkah laku siswa-siswa yang dimaksud (apakah tingkah laku siswa itu mengarah ke mencari perhatian, mencari kekuasaan, menuntut balas, atau memperlihatkan ketidakcampuran) agar guru itu mampu menangani masalah siswa secara tepat pula.

2.       Masalah Kelompok
Ada tujuh masalah kelompok yang dikenal dalam kaitannya dengan pengelolaan kelas, yaitu :
a.         Kekurang-kompakan
b.         Kekurangmampuan mengikuti peraturan kelompok
c.         Reaksi negatif terhadap sesama anggota kelompok
d.        Penerimaan kelas (kelompok) atau tingkah laku yang menyimpang
e.         Kegiatan anggota atau kelompok yang menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan, berhenti melakukan kegiatan atau hanya meniru-niru kegiatan orang (anggota) lainnya saja
f.          Ketiadaan semangat, tidak mau bekerja, dan tingkah laku agresif atau protes
g.         Ketidakmampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan
Masalah kelompok yang paling rumit ialah apabila kelompok itu melakukan protes dan tidak mau melakukan kegiatan, baik hal itu dinyatakan secara terbuka maupun terselubung. Permintaan penjelasan yang terus menerus tentang sesuatu tugas, kehilangan pensil, lupa mengerjakan tugas rumah atau tugas itu tertinggal di rumah, tidak dapat mengerjakan tugas karena gangguan keadaan tertentu, dan lain-lain merupakan contoh-contoh protes atau keengganan bekerja. Masalah kelompok ini menyangkut unsur adaptasi social dan unsur adaptasi pribadi.

D.  SPLUSI DALAM MENGATASI PERMASALAHAN MANAJEMEN KELAS
Untuk mengatasi masalah dalam pengelolaan kelas di atas, ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan,diantaranya sebagai berikut:
1.       Behavior-Modification Approach (Behaviorism Apparoach)
Asumsi yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa perilaku “baik” dan “buruk” individu merupakan hasil belajar.Upaya memodifikasi perilaku dalam mengelola kelas dilakukan melalui pemberianpositive reinforcement (untuk membina perilaku positif) dan negative reinforcement (untuk mengurangi perilaku negatif). Namun demikian, dalam penggunaan reinforcement negatif seyogyanya dilakukan secara hati-hati, karena jika tidak tepat malah hanya akan menimbulkan masalah baru.
2.       Pendekatan Otoriter
Pandangan yang otoriter dalam pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan guru untuk nienciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas. Pengelolaan kelas sebagai proses untuk mengontrol tingkah laku siswa ke arah disiplin. Bila timbul masalah-masalah yang merusak ketertiban atau kedisplinan kelas, maka perlu adanya pendekatan:  Perintah dan larangan, Penekanan dan penguasaan, Penghukuman dan pengancaman, Pendekatan perintah dan larangan
3.        Pendekatan Permisif
Pendekatan yang primisif dalam pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan pengajar yang memaksimalkan kebebasan peserta didik untuk melakukan sesuatu.Sehingga bila kebebasan ini dihalangi dapat menghambat perkembangan peserta didik. Berbagai bentuk pendekatan dalam pelaksanaan pengelolaan kelas ini banyak menyerahkan segala inisiatif dan tindakan pada diri peserta didik.
4.       Pendekatan membiarkan dan memberi kebebasan
Untuk dapat menangani masalah-masalah pengelolaan kelas secara efektif guru harus mampu:
a)     Mengenali secara tepat berbagai jenis masalah pengelolaan kelas baik yang bersifat perorangan maupun kelompok
b)      Memahami pendekatan mana yang cocok dan tidak cocok untuk jenis masalah tertentu.
c)     Memilih dan menetapkan pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang dimaksud.

DAFTAR RUJUKAN
Popi Sopiatin.2010. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Jakarta :Puataka utama
Rachman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Komentar

  1. Terimakasih ya kak. Sngt mnambah wawasan.

    BalasHapus
  2. Bagaimana cara mengatasi permasalahan dalam manajemen kelas?

    BalasHapus
  3. terimakasih ya kak.. sangat bermanfaat

    BalasHapus
  4. Sangat bermanfaat kak, terima kasih

    BalasHapus
  5. Terimakasih kak, sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer