TUGAS 9
NURISMA 1620151
FAKTOR-
FAKTOR MEMPENGARUHI
BELAJAR DI KELAS
A. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR
Prestasi
belajar yang dicapai seorang individu merupakan hasil interaksi
antara berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri (faktor
internal) maupun dari luar diri (faktor eksternal) individu. Pengenalan
terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar penting sekali artinya
dalam rangka membantu murid dalam mencapai prestasi belajar yang
sebaik-baiknya. Kedua faktor tersebut saling mempengaruhi dalam proses
belajar individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar.
1.
Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal
dari dalam diri individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar individu.
Faktor-faktor internal ini meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis.
a.
Faktor fisiologis
Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang
berhubungan dengan kondisi fisik individu. Faktor-faktor ini dibedakan menjadi
dua macam.Pertama, keadaan tonus jasmani. Keadaan tonus jasmani pada
umumnya sangat mempengaruhi aktivitas belajar seseorang. Kondisi fisik yang
sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar
individu. Kedua, keadaan fungsi jasmani/fisiologis. Selama proses
belajar berlangsung, peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat
mempengaruhi hasil belajar, terutama panca indera. Panca indera yang berfungsi
dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula
b.
Faktor psikologis
Faktor–faktor psikologis adalah keadaan psikologis
seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis
yang utama mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa, motivasi,
minat, sikap dan bakat.
c.
Konsentrasi Belajar
Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan
perhatian pada pelajaran. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan
belajar maupun proses memperolehnya. Untuk memperkuat perhatian pada
pelajaran, guru perlu menggunakan bermacam – macam strategi belajar-mengajar,
dan memperhitungkan waktu belajar serta selingan istirahat.
d.
Rasa Percaya Diri
Rasa percaya diri timbul dari keinginan mewujudkan diri
bertindak dan berhasil. Dari segi perkembangan, rasa percaya diri dapat timbul
berkat adanya pengakuan dari lingkungan. Dalam proses belajar diketahui bahwa
unjuk prestasi merupakan tahap pembuktian “ perwujudan diri “ yang diakui oleh
guru dan teman- temannya. Semakin sering berhasil menyelesaikan tugas, maka
semakin besar pula memperoleh pengakuan dari umum dan selanjutnya rasa percaya
diri semakin kuat.
e.
Kebiasaan Belajar
Dalam kegiatan sehari – hari ditemukan adanya
kebiasaan belajar yang kurang baik. Untuk sebagian orang, kebiasaan belajar
tersebut disebabkan oleh ketidak mengertian siswa pada arti belajar bagi diri
sendiri. Hal seperti ini dapat diperbaiki dengan pembinaan disiplin
membelajarkan diri.
f.
Cita – cita Siswa
Pada umumnya, setiap anak memiliki suatu cita – cita
dalam hidup. Cita – cita itu merupakan motivasi instrinsik. Tetapi, ada kalanya
“ gambaran yang jelas “ tentang tokoh teladan bagi siswa belum ada. Akibatnya,
siswa hanya berprilaku ikut – ikutan. Dengan mengaitkan pemilikan cita – cita
dengan kemampuan berprestasi, maka siswa diharapkan berani bereksplorasi sesuai
dengan kemampuan dirinya sendiri.
2.
Faktor-faktor eksogen/eksternal
Selain karakteristik siswa atau faktor-faktor endogen,
faktor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa.dalam hal
ini, Syah (2003) menjelaskan bahwa faktor-faktor eksternal yang memengaruhi
balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu factor lingkungan social
dan factor lingkungan nonsosial.
a.
Lingkungan sosial
1.
Lingkungan sosial sekolah, seperti guru ,
administrasi, dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang
siswa.
2.
Lingkungan sosial massyarakat. Kondisi lingkungan
masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa.
3.
Lingkungan sosial keluarga. Lingkungan ini sangat
memengaruhi kegiatan belajar. Ketegangan keluarga, sifat-sifat orangtua,
demografi keluarga (letak rumah), pengelolaankeluarga, semuannya dapat memberi
dampak terhadap aktivitas belajar siswa. Hubungan anatara anggota keluarga,
orangtua, anak, kakak, atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan
aktivitas belajar dengan baik.
b.
Lingkungan non sosial.
Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial
adalah;
1)
Lingkungan alamiah, seperti kondisi udara yang segar,
tidak panas dan tidak dingin, sinar yang tidak terlalu silau/kuat, atau tidak
terlalu lemah/gelap, suasana yang sejuk dantenang. Lingkungan alamiah tersebut
mmerupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa.
Sebaliknya, bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung, proses belajar siswa
akan terlambat.
2)
Faktor instrumental,yaitu perangkat belajar yang dapat
digolongkan dua macam. seperti gedung sekolah, alat-alat belajar,fasilitas belajar,
lapangan olah raga dan lain sebagainya. Kedua, software, seperti kurikulum
sekolah, peraturan-peraturan sekolah, bukupanduan, silabi dan lain sebagainya.
3)
Faktor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa).
Factor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga
denganmetode mengajar guru, disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa.
Karena itu, agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap
aktivitas belajr siswa, maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai
metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan konsdisi siswa.
B. MENGATUR KONDISI KELAS DAN IKLIM BELAJAR SISWA
Pengaturan lingkungan belajar sangat diperlukan agar
anak mampu melakukan kontrol terhadap pemenuhan kebutuhan emosionalnya.
Lingkungan belajar yang memberi kebebasan kepada anak untuk melakukan
pilihan-pilihan akan mendorong anak untuk terlibat secara fisik, emosional, dan
mental dalam proses belajar, dan karena itu, akan dapat memunculkan
kegiatan-kegiatan yang kreatif-produktif. ltulah sebabnya, mengapa setiap anak
perlu diberi kebebasan untuk melakukan pilihan-pilihan sesuai dengan apa yang
mampu dan mau dilakukannya.
Pengelolaan kelas yang baik, dapat dilakukan dengan 6
cara sebagai berikut:
1. Penciptaan lingkungan fisik kelas yang kondusif
2. Penataan ruang belajar sebagai sentra belajar
3. Penciptaan atmosfir belajar yang kondusif
4. Penetapan strategi pembelajaran dan
5. Pemanfaatan media dan sumber belajar
6. Penilaian hasil belajar.
Lingkungan fisik di kelas meliputi pengaturan ruang
belajar yang didesain sedemikian rupa sehingga tercipta kondisi kelas yang
menyenagkan dan dapat menumbuhkan semangat dan keinginan untuk belajar dengan
baik seperti: pengaturan meja, kursi, lemari, gambar-gambar afirmasi, pajangan
hasil karya siswa yang berprestasi, alat-alat peraga, media pembelajaran dan
jika perlu di iringi dengan nuansa musik yang sesuai dengan materi pelajaran
yang diajarkan atau nuansa musik yang dapat membangun gairah belajar siswa.
Design ruang kelas yang baik dimaksudkan untuk
menanamkan, menumbuhkan, dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku
spritual siswa. Dengan ruang kelas yang baik, para siswa dapat berkomunikasi
secara bebas, saling menghormati dan menghargai pendapat masing-masing.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan oleh guru
dalam menata lingkungan fisik kelas menurut Loisell (Winataputra, 2003: 9.22)
yaitu:
a.
Visibility
(KeleluasaanPandangan)
Visibility artinya penempatan dan penataan
barang-barang di dalam kelas tidak mengganggu pandangan siswa, sehingga siswa
secara leluasa dapat memandang guru, benda atau kegiatan yang sedang
berlangsung. Begitu pula guru harus dapat memandang semua siswa kegiatan
pembelajaran.
b. Accesibility
(mudah dicapai)
Penataan ruang harus dapat memudahkan siswa untuk
meraih atau mengambil barang-barang yang dibutuhkan selama proses pembelajaran.
Selain itu jarak antar tempat duduk harus cukup untuk dilalui oleh siswa
sehingga siswa dapat bergerak dengan mudah dan tidak mengganggu siswa lain yang
sedang bekerja.
c.
Fleksibilitas (Keluwesan)
Barang-barang di dalam kelas hendaknya mudah ditata dan dipindahkan yang
disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. Seperti penataan tempat duduk yang
perlu dirubah jika proses pembelajaran menggunakan metode diskusi, dan kerja
kelompok.
d. Kenyamanan
Kenyamanan disini berkenaan dengan temperatur ruangan, cahaya, suara,dan
kepadatan kelas.
e. Keindahan
Prinsip keindahan ini berkenaan dengan usaha guru menata ruang kelas yang
menyenangkan dan kondusif bagi kegiatan belajar. Ruangan kelas yang indah dan
menyenangkan dapat berengaruh positif pada sikap dan tingkah laku siswa
terhadap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
1.
Pengaturan meja-kursi
2.
Pemajangan gambar dan warna
3.
Ventilasi dan pengaturan cahaya
4.
Pengaturan penyimpanan barang-barang
C. KONDISI YANG MEMPENGARUHI IKLIM BELAJAR
Lingkungan sistem pembelajaran
meliputi berbagai hal yang dapat memperlancar proses belajar mengajar dikelas
seperti: Kompetensi dan kreativitas guru dalam mengembangkan materi
pembelajaran, penggunaan metode dan strategi belajar yang bervariasi,
pengaturan waktu dalam proses belajar mengajar dan pengunaan media dan sumber
pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran serta penentuan evaluasi
untuk mengukur hasil belajar siswa.
Yang menjadi penekanan dalam penciptaan belajar yang
kondusif adalah penciptaan suasana pembelajaran yaitu
1. Menyenangkan dan mengasyikkan
Menyenangkan dan mengasyikkan terkait dengan aspek
afektif perasaan. Guru harus berani mengubah iklim dari suka ke bisa. Guru
hendaknya dapat mengundang dan mencelupkan siswa pada suatu kondisi
pembelajaran yang disukai dan menantang siswa untuk berkreasi secara aktif.
Rancangan pembelajaran terpadu dengan materi pembelajaran yang kontekstual
harus dikembangkan secara terus menerus dengan baik oleh guru. Untuk keperluan
itu guru-guru dilatih:
a. Bersikap ramah
b. Membiasakan diri selalu tersenyum
c. Berkomunikasi dengan santun dan patut
d. Adil terhadap semua siswa
e. Senantiasa sabar menghadapi berbagai ulah dan perilaku siswanya.
f. Menciptakan kegiatan belajar yang kreatif melalui
tema-tema yang menarik yang dekat dengan kehidupan siswa.
2. Mencerdaskan dan menguatkan
Mencerdaskan bukan hanya terkait dengan aspek
kognitif, melainkan juga dengan kecerdasan majemuk (multiple intelligence).
Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana guru dapat mengalirkan pendidikan
normatif ke dalam mata pelajaran sehingga menjadi adaptif dalam keseharian
anak.
Inilah yang merupakan tujuan utama dari fundamen
pendidikan kecakapan hidup (life skill).
a. Memilih tema-tema yang dapat mengajak anak bukan hanya
sekedar berpikir, melainkan juga dapat merasa dan bertindak untuk menyelesaikan
tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
b. Teknik-teknik penciptaan suasana yang menyenangkan
dalam pembelajaran, karena jika anak senang dan asyik, tentu saja bukan hanya
kecerdasan yang diperoleh, melainkan juga mekarnya “kepribadian anak” yang
menguatkan mereka sebagai pembelajar.
c. Memberikan pemahaman yang cukup akan pentingnya
memberikan keleluasaan bagi siswa dalam proses pembelajaran.
d. Jangan terlalu banyak aturan yang dibuat oleh guru dan
harus ditaati oleh anak akan menyebabkan anak-anak selalu diliputi rasa takut
dan sekaligus diselimuti rasa bersalah.
3. Kondisi Sosio-Emosional
Kondisi sosio emosional dalam kelas akan mempunyai
pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar, kegairahan siswa
dan efektifitas tercapainya tujuan pengajaran. Kondisi sosio-emosional tersebut
meliputi :
1. Tipe kepemimpinan
Peranan guru dan tipe kepemimpinan guru akan mewarnai
suasana emosional di dalam kelas. Apakah guru melaksanakan kepemimpinannya
secara demokratis, laisez faire atau demokratis. Kesemuanya itu memberikan
dampak kepada peserta didik. Tipe kepemimpinan guru, artinya adalah fungsi yang
melakat pada guru ketika berada dalam kelas. Gaya apa yang muncul ketika guru
melaksanakan peran sebagai pemimpin dalam pembelajaran di kelas.
2. Sikap guru
Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar
peraturan sekolah hendaknya tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu
keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. sikap yang
diperlihatkan oleh guru di depan kelas atau di luar kelas yang akan
mempengaruhi mood anak, apakah anak merasa tertarik dengan sikap guru atau
malah tidak tertarik. Sikap yang baik sebagai seorang guru, bapak/ibu, kakak,
orang dewasa yang memberikan bimbingan tentunya adalah hal yang paling baik
diperlihatkan
3. Suara guru
Suara guru, walaupun bukan faktor yang besar, turut
mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Suara yang melengking tinggi atau
senantiasa tinggi atau malah terlalu rendah sehingga tidak terdengar oleh siswa
akan mengakibatkan suasana gaduh, bisa jadi membosankan sehingga pelajaran
cenderung tidak diperhatikan. Suara hendaknya relatif rendah tetapi cukup jelas
dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks cenderung akan
mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran, dan tekanan suara hendaknya
bervariasi agar tidak membosankan siswa.
4. Pembinaan hubungan baik
Pembinaan hubungan baik antara guru dan siswa dalam
masalah pengelolaan kelas adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya
hubungan baik guru-siswa, diharapkan siswa senantiasa gembira, penuh gairah dan
semangat, bersikap optimistik, relaistik dalam kegiatan belajar yang sedang
dilakukannya serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya. Pembinaan
hubungan baik, hubungan antara guru dengan murid harus dibangun berdasarkan
fungsi masing-masing dalam konteks belajar mengajar dikelas, akan tetapi
apabila memungkinkan dapat juga dibangun sifat-sifat kekeluargaan dan keakraban
yang menyebabkan siswa merasa nyaman dan aman berhubungan seperti dengan ibu
dan bapaknya dirumah.
5. Kondisi Organisasional
Kegiatan rutin yang secara
organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun tingkat sekolah akan dapat
mencegah masalah pengelolaan kelas. Dengan kegiatan rutin yang telah diatur
secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua siswa secara terbuka
sehingga jelas pula bagi mereka, akan menyebabkan tertanamnya pada diri setiap
siswa kebiasaan yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
Syah. 2005. Strategi Belajar Nengajar.
Jakarta: ciputat press
Winataputra. 1983. Belajar dan Pembelajaran.
Jakarta: Weterhouse
Sangat bermanfaat kak
BalasHapusTerimakasih ya kak. Sngt mnambah wawasan.
BalasHapusSangat bermanfaat bagi ana ukhti, syukronn
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSangat membantu kak
BalasHapusBrmnfaat skli
BalasHapussangat membantu kak
BalasHapusSangat bermanfaat materiny kak
BalasHapusBagus sekali mayerinyaa
BalasHapussangat membantu
BalasHapusTerimakasih, sangat membantu
BalasHapusSangat membatu
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMakasih materonya sangay membantu sekali
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus, sangat bermanfaat.
BalasHapusMaterinya bagus ,sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat kak, terima kasih
BalasHapusMaterinya bermanfaat kak
BalasHapus