Tugas
6
Nurisma (1620151)
Pendekatan
Dalam Manajemen Kelas
A. Pengertian Pendekatan Dalam Manajemen Kelas
Pendekatan pembelajaran diartikan
sebagai titik tolak atau sudut pandang dalam dalam proses pembelajaran yang
merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang bersifat umum.
Adapun pendekatan merupakan unsur penting yang harus dikuasai pengajar sebelum
mempersiapkan perencanaan. Sebagai pekerja profesional, seorang guru harus
mendalami kerangka acuan pendekatan-pendekatan kelas, sebab didalam
penggunaannya ia harus terlebih dahulu meyakinkan bahwa pendekatan yang
dipilihnya untuk menangani sesuatu kasus pengelolan kelas merupakan alternatif
yang terbaik sesuai dengan hakikat masalahnya.
1. Syaiful
Bahri Djamarah
Pengelolaan kelas
adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar
yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses
belajar mangajar.
2. Burhanuddin
Pengelolaan kelas merupakan proses upaya yang dilakukan guru
untukmen ciptakan dan memelihara kondisi yang kondusif dan optimal
bagi terselenggaranya kegiatan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Jadi seorang guru terlebih dahulu harus
menetapkan bahwa penggunaan sesuatu pendekatan memang cocok dengan hakikat
masalah yang ingin ditanggulangi. Ini tentu tidak dimaksudkan mengatakan bahwa
seorang guru akan berhasil baik setiap kali menangani kasus pengelolaan kelas.
B.
Sikap Guru Dalam
Manajemen Kelas
Djamarah (2006 : 185)
mengemukakan pendapat bahwa dalam mengelola kelas guru hendaknya bersikap
sebagai berikut :
1.
Hangat dan antusias
Hangat dan antusias
diperlukan dalam proses belajar mengajar.guru yang hangat dan akrab engan anak
didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktivitasnya akan
berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.
2. Tantangan
Penggunaan
kata-kata, tindakan, cara kerja atau bahan-bahan yang menantang akan
meningkatkan gairah anak didik untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan
munculnya tingkah laku yang menyimpang.
3. Bervariasi
Penggunaan
alat atau media atau alat bantu,gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru
dan anak didik mengurangi munculnya gangguan, kevariasian dalam penggunaan apa
yang dsi sebut diatas merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang
efektif.
4. Keluesan
Keluesan
tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah
kemungkinan munculnya gangguan anak didik serta menciptakan iklim belajar
mengajar yang efektif.
5. Penanaman
disiplin diri
Tujuan
akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan disiplin
diri sendiri. Karena itu,guru sebaiknya selalu mendorong anak didik untuk
melaksanakan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan
mengenai pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab.
C. Peran Guru Dalam
Manajemen Kelas
1.
Peran guru dalam pengorganisasian kelas
Organisasi
kelas yang tepat akan mendorong terciptanya kondisi belajar yang kondusif.
Pengorganisasian kelas ini pada dasarnya bersifat lokal, artinya organisasi
kelas tergantung guru, kelas, murid, lingkungan kelas, besar ruangan, penerangan,
suhu, dan sebagainya.
a. Kelas
terbuka
Terdiri
dari siswa dengan berbagai tingkat kelas berbeda. Pelaksanaan model ini dapat
dilaksanakan di Indonesia, jika jadwal pelajaran kelas 1 sampai kelas 6 sama
atau diterapkan di kelas tinggi saja. Misalnya: pada waktu jam pelajaran Bahasa
Indonesia, maka seluruh guru mengajar pelajaran tersebut, sedang siswa masuk ke
kelas di mana siswa menguasai tingkatan yang dicapai.
b. Kelas
awal
Konsep
ini dilaksanakan dengan cara seorang guru menghadapi kelompok siswa yang
berbeda kelas tetapi berdekatan, misalnya: kelas I dan II, II dan III, III dan
IV, dan seterusnya.
2. Peran guru
dalam pengaturan tempat duduk
Penataan
kelas sebagaimana diuraikan pada pengorganisasian kelas ditata fleksibel yang
mudah diubah sesuai pembelajaran yang akan dikembangkan guru. Penataan tempat
duduk dapat berbentuk :
a.
Seating chart
Penempatan
murid dalam kelas dibuat suatu denah yang pada satu periode waktu tertentu
dapat diubah sesuai tuntunan pembelajaran yang sedang dikembangkan oleh guru,
sehingga perkembangan dan pertumbuhan murid tidak terganggu.
b.
Melingkar
Model
duduk seperti ini dapat digunakan guru dalam pembelajaran diskusi kelompok,
sehingga ada modifikasi untuk menghilangkan kejenuhan siswa.
c.
Tapal kuda
Model
ini sesuai untuk melaksanakan diskusi kelas yang dipimpin oleh guru atau ketua
diskusi yang dipilih siswa. Diskusi kelas akan meningkatkan keberanian
dibanding keberanian yang hanya muncul pada kelompok kecil.
3. Peran guru
dalam pengaturan alat-alat pelajaran
Alat-alat
pelajaran dapat klasifikasikan menjadi beberapa kelompok yaitu permanen dan
tidak permanen :
a. Permanen
Permanen
jika alat pelajaran tersebut diletakkan di kelas secara terus menerus,
misalnya: listrik, papan tulis, dan sebagainya.
b. Tidak
Permanen
Alat
pelajaran tidak permanen atau yang bergerak (movable) yaitu alat
pelajaran yang dapat dipindah, misalnya: kursi, OHP, mesin-mesin, peta, dan
sebagainya.
4. Peran guru
dalam pemeliharaan keindahan ruangan kelas
Guru
memiliki peran untuk mengorganisir siswanya agar dapat mendesain kelasnya
menjadi kelas yang indah. Keindahan dapat dicapai dengan beberapa cara yaitu:
a. Menata
ruangan menjadi rapi, misalnya; menata alat pelajaran sesuai kelompoknya,
menata buku sesuai tinggi buku, tebal buku, dan kelompok buku, penataan alat
pelajaran permanent yang sesuai dengan ruangan.
b. Penataan meja
guru, gambar-gambar merupakan factor pendukung tercapainya ruangan yang rapi
dan indah.
5. Cahaya,
Ventilasi, Akustik dan Warna
Guru
sering kurang menyadari ruangan yang terang tetapi jendela tidak dibuka serta
kurangnya ventilasi menjadikan suara guru bergema, akibatnya anak kurang mampu
memusatkan perhatian pendengarannya pada suara guru, sebab terganggu oleh gema
suara. Untuk itu disamping membuka jendela digunakan untuk pertukaran udara,
maka juga berfungsi sebagai sarana untuk mengurangi gema. Warna disamping
memiliki arti juga membawa kesan terhadap orang yang melihat. Dinding sekolah
atau kelas berpengaruh terhadap siswa. Pemilihan warna sering tidak melibatkan
guru apalagi murid, sehingga kadang guru sendiri tidak betah tinggal di
kelasnya.
D. Macam – macam
Pendekatan Dalam Manajemen Kelas
Syaiful Bahri Djamarah menyebutkan ada
berbagai pendekatan sebagai berikut:
1. Pendekatan kekuasaan
Pengelolan kelas diartikan sebgai suatu
proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Peranan guru disisni adalah
menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalm kelas. Kedisiplina adalah
kekuatan yang menuntut kepada anak didik untuk mentaatinya. Di dalamnya ada
kekuasaan dan norma yng mengikat untuk ditaati anggota kelas. Melalui kekuasaan
dalam bentuk norma itu guru mendekatinya.
2. Pendekatan Ancaman
Dari pendekatan ancaman atau intimidasi ini,
pengelolaan adalah juga sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak
didik. Tetapi dalam mengontrol tingkah laku anak didik dilkukan dengan cara
memberi ancaman, misalnya melarang, ejekan, sindiran, dan memaksa.
3. Pendekatan Kebebasan
Pengelolaan dirtikn secara suatu proses untuk
membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan suatu kapan aja dan
dimana saja. Peranan guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak
didik.
4. Pendekatan Resep
Pendekatan resep ini dilakukan dengan memberi
satu daftar yang dapatt menggambarkan apa yang harus dan apa yang harus tidak
boleh dikrjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang
terjadi dikelas.
5. Pendekatan pengajaran
Pendekatan ini didasarkan suatu anggapan
bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksaan akan mencegah munculnya masalah
tingkah laku anak didik, dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah.
Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah dan
menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik. Peranan guru adalah
merencanakan an mengimplementasikan pelajaran yang baik.
6. Pendekatan Sosio-Emosional
Pendekatan sosio-emosional akan terapai
secara mksimal apabila hubungan antar pribadi yang baik berkembabng di dalam
kelas. Hubungan tersebut meliputi hubungan antara guru dan siswa serta hubungan
antar siswa. Di dalam ini guru merupakan kunci pengembangan hubungan tersebut.
7. Pendekatan Kerja Kelompok
Dalam pendekatan ini peran guru adalah
mendorong perkembangan dan kerja sama kelompok. Pengelolan kelas dengan proses
kelompok memerlukan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi-kondisi yang
memungkinkan kelompok menjadi kelompok produktif, dan selain itu guru harus
pula dapat menjaga kondisi kelas agar tetap baik.
8. Pendekatan iklim sosio-emosional
Pendekatan ini didasarkan pada asumsi bahwa pengelolaan
kelas yang efektif memerlukan hubungan positif dengan antara guru dan siswa
serta siswa dengan siswa. Pendekatan iklim sosio-emosional akan tercapai secr
maksimal apabila hubungan antar pribadi yang baik berkembang di dalam kelas.
9. Pendekatan Proses Kelompok
Dalam pendekatan ini, peran guru adalah mendorong
perkembangan dan kerja sama kelompok. Pengelolaan kelas dengan proses kelompok
memerlukan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi-kondisi yang
memungkinkan kelompok menjadi kelompok yang produktif, selain itu guru juga
harus dapat menjaga kondisi itu agar tetap baik. Untuk menjaga kondisi kelas
tersebut guru harus dapat mempertahankan semangat yang tinggi, mengatasi
konflik, dan mengurangi masalah-masalah pengelolaan.
Menurut Richard A. Schmuk & Patricia A.
Schmuck (dalam Y. Padmono, 2011) untuk mengelola kelas diperlukan
adanya
a)
Pengharapan
Jika siswa merasa guru mengharapkan mereka
berkelakuan buruk, sangat mungkin mereka akan berkelakuan buruk, sebaliknya
jika siswa merasa guru mengharapkan mereka berkelakuan baik, memungkinkan pula
siswa akan berkelakuan baik.
b)
Kepemimpinan
guru memiliki kesempatan yang besar
untuk menjadi pemimpin di kelas yang menjadi tanggung jawabnya, akan tetapi
kelas lebih efektif jika kepemimpinan dapat dijalankan oleh guru dan siswa.
Guru meningkatkan mutu interaksi dan produktifitas kelompok dengan melatih
siswa mengembangkan kemampuan kepemimpinan.
c)
Norma-norma
norma sangat memengaruhi perseorangan karena
memberikan petunjuk yang membantu anggota kelompok untuk memahami apa yang
diharapkan orang lain. Guru hendaknya tidak mendominasi pembentukan norma
kelompok, sebab norma bentukan guru cenderung memaksa siswa untuk menaatinya,
sehingga ketaatan pada norma tersebut hanya bersifat untuk memenuhi tuntutan
pihak lain.
d)
Komunikasi
guru perlu mengembangkan kecakapan
murid dalam berkomunikasi tertentu, mengoreksi kata-kata, dan memberi
umpan balik.
e)
Kesatuan
kelompok kelas akan efektif jika sebagian
besar anggotanya termasuk guru sangat tertarik pada kelompok sebagai satu
kesatuan. Guru dapat menciptakan kelompok kelas yang bersatu dengan membuat
diskusi tentang penghargaan, dengan penyebaran kepemimpinan, mengembangkan
persahabatan kelompok, dan sering menggunakan arus komunikasi dua arah.
10. Pendekatan Elektris atau Pluralistik
Pendekatan elektis (electic approach)
ini menekankan pada potensialitas, kreativitas, dan inisiatif wali atau guru
kelas dalam memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang
dihadapinya. Penggunaan pendekatan itu dalam suatu situasi mungkin dipergunakan
salah satu dan dalam situasi lain mungkin harus mengkombinasikan dua atau
ketiga pendekatan tersebut. Pendekatan elektis disebut juga pendekatan
pluralistik, yaitu pengelolaan kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam
pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan
suatu kondisi memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efektif dan
efisien. Guru memilih dan menggabungkan secara bebas pendekatan tersebut sesuai
dengan kemampuan, selama maksud dan penggunaannya untuk menciptakan dan
mempertahankan kondisi kelas yang memberi kemungkinan proses belajar mengajar
berjalan secara efektif dan efisien.
Daftar Pustaka
Abdurrahman.
1994. Pengelolaan Pengajaran. Ujungpandang: Bintang Selatan.
Arikunto,
S. 1989. Managemen Pengajaran Secara
Manusiawi. Jakarta: Rineka Cipta.
Padmono,
Y. 2011. Manajemen Kelas. Salatiga: Widyasari.
Satori,
D. 2008. Profesi Keguruan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Terimakasih ya kak. Sngt mnambah wawasan.
BalasHapusSangat bermanfaat bagi ana ukhti, syukronn
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSangat membant kak
BalasHapusterimakasih sangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bermanfaat sekali kak
BalasHapusBagus sekali materinya
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih, sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMakasih materinya kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusMaterinya bagus, sangat bermanfaat.
BalasHapusMaterinya bagus sekali
BalasHapusSangat bermanfaat kak, terima kasih
BalasHapusMaterinya bermanfaat kak
BalasHapus