Tugas
7
Nurisma (1620151)
Prinsip
– prinsip Manajemen Kelas
A. Pengertian
Prinsip Dalam Manajemen Kelas
Manajemen Kelas merupakan usaha guru untuk
menata dan mengatur tata-laksana kelas, diawali dari perencanaan kurikulum,
penataan prosedur dan sumber belajar, pengaturan lingkungan kelas, memantau
kemajuan siswa, dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul di
kelas.
Berikut ini beberapa pengertian prinsip
manajemen kelas dari beberapa sumber referensi buku yaitu :
1.
Menurut Djamarah (2000:173)
Manajemen kelas adalah suatu upaya
memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung
proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.
2.
Menurut Suhardan (2009:106)
Manajemen kelas adalah
segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar yang efektif dan
menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai
dengan kemampuan. Atau dapat dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan usaha
sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis.
3.
Menurut Sulistiyirini (2006:66)
Manajemen kelas adalah
proses atau upaya yang dilakukan oleh seseorang guru secara sistematis untuk
menciptakan dan mewujudkan kondisi kelas yang dinamis dan kondusif dalam rangka
menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien.
Jadi dapat disimpulkan
bahwa prinsip manajemen kelas adalah usaha guru untuk menata dan mengatur tata-laksana
kelas diawali dari perencanaan kurikulum, penataan prosedur dan sumber belajar,
pengaturan lingkungan kelas, memantau kemajuan siswa dan mengantisipasi
masalah-masalah yang mungkin timbul dikelas.
B.
Permasalahan Dalam Prinsip Manajemen Kelas
Ada dua jenis masalah prinsip pengelolaan kelas, yaitu bersifat
perorangan atau individual dan bersifat kelompok :
1.
Masalah Individual
a. Attention getting behaviors (pola perilaku mencari perhatian)
Seorang siswa yang gagal menemukan kedudukan dirinya secara
wajar dalam suasana hubungan sosial yang saling menerima biasanya (secara aktif
ataupun pasif) bertingkah laku mencari perhatian orang lain.
b. Powerseeking behaviors (pola perilaku menunjukkan kekuatan/kekuasaan)
Tingkah laku mencari kekuasaan sama dengan perhatian yang
destruktif, tetapi lebih mendalam. Pencari kekuasaan yang aktif suka mendekat,
berbohong, menampilkan adanya pertentangan pendapat, tidak mau melakukan yang
diperintahkan orang lain dan menunjukkan sikap tidak patuh secara terbuka.
c. Revenge seeking behaviors (pola perilaku menunjukkan balas dendam)
Siswa yang menuntut balas mengalami frustasi yang amat dalam dan
tidak menyadari bahwa dia sebenarnya mencari sukses dengan jalan menyakiti
orang lain. Keganasan, penyerangan secara fisik (mencakar, menggigit,
menendang) terhadap sesama siswa, petugas atau pengusaha, ataupun terhadap
binatang sering dilakukan anak-anak ini.
d. Helplessness (peragaan ketidakmampuan)
Siswa yang memperlihatkan ketidakmampuan pada dasarnya
merasa amat tidak mampu berusaha mencari sesuatu yang dikehendakinya (yaitu
rasa memiliki) yang bersikap menyerah terhadap tantangan yang menghadangnya
bahkan siswa ini menganggap bahwa yang ada dihadapannya hanyalah kegagalan yang
terus menerus.
2.
Masalah Kelompok
Ada tujuh masalah kelompok dalam kaitannya dengan prinsip
pengelolaan kelas yaitu :
a.
Kurangnya kekompakan
Kurangnya kekompakan kelompok ditandai dengan adanya kekurang-cocokkan
(konflik) diantara para anggota kelompok.Konflik antara siswa-siswa dari
kelompok yang berjenis kelamin atau bersuku berbeda termasuk kedalam kategori
kekurang-kompakan ini.
b.
Kesulitan mengikuti peraturan kelompok
Jika suasana kelas menunjukkan bahwa siswa-siswa tidak mematuhi
aturan-aturan kelas yang telah ditetapkan, maka masalah yang kedua muncul,
yaitu kekurang mampu mengikuti peraturan kelompok. Contoh masalah ini ialah
berisik dan bertingkah laku mengganggu.
c.
Reaksi negatif terhadap sesama anggota kelompok
Reaksi negatif terhadap anggota kelompok terjadi apabila
ekspresi yang bersifat kasar yang dilontarkan terhadap anggota kelompok yang
tidak diterima oleh kelompok itu, anggota kelompok yang menyimpang dari aturan
kelompok atau anggota kelompok yang menghambat kegiatan kelompok.
d.
Penerimaan kelompok atas tingkah laku yang menyimpang
Penerimaan kelompok atas tingkah laku yang menyimpang terjadi
apabila kelompok itu mendorong timbulnya dan mendukung anggota kelompok yang
bertingkah laku menyimpang dari norma-norma sosial pada umumnya
e.
Kegiatan anggota atau kelompok yang menyimpang dari ketentuan
yang telah ditetapkan
Masalah kelompok anak timbul dari kelompok itu mudah terganggu
dalam kelancaran kegiatannya. Dalam hal ini kelompok itu mereaksi secara
berlebihan terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak berarti atau bahkan
memanfaatkan hal-hal kecil untuk mengganggu kelancaran kegiatan kelompok itu.
Contoh yang sering terjadi ialah para siswa menolak untuk melakukan karena
mereka beranggapan guru tidak adil.
f.
Kurangnya semangat, tidak mau bekerja, dan tingkah laku
agresif atau protes.
Masalah kelompok yang paling rumit ialah apabila kelompok itu
melakukan protes dan tidak mau melakukan kegiatan, baik hal itu dinyatakan
secara terbuka maupun terselubung.Permintaan penjelasan yang terus menerus
tentang sesuatu tugas, kehilangan pensil, lupa mengerjakan tugas rumah.
g.
Ketidak mampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan
Ketidakmampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan terjadi
apabila kelompok (kelas) mereaksi secara tidak wajar terhadap peraturan baru
atau perubahan peraturan, pengertian keanggotaan kelompok, perubahan peraturan,
pengertian keanggotaan kelompok, perubahan jadwal kegiatan, pergantian guru dan
lain-lain
Untuk memperkecil masalah gangguan dalam kelas,
prinsip-prinsip pengelolaan kelas dapat dipergunakan. Sehingga guru harus
mengetahui dan menguasai prinsi-prinsip pengelolaan kelas, yang diuraikan
berikut ini:
1. Hangat dan Antusias
Hangat dan antusias diperlukan dalam proses belajar
mengajar.guru yang hangat dan akrab dengan anak didik selalu menunjukkan
antusias pada tugasnya atau pada aktivitasnya akan berhasil dalam
mengimplementasikan pengelolaan kelas.
2. Tantangan
Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja atau bahan-bahan yang
menantang akan meningkatkan gairah anak didik untuk belajar sehingga mengurangi
kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.
3. Bervariasi
Penggunaan alat atau media atau alat bantu,gaya mengajar guru,
pola interaksi antara guru dan anak didik mengurangi munculnya gangguan,
kevariasian dalam penggunaan media merupakan kunci untuk tercapainya
pengelolaan kelas yang efektif.
4. Keluesan
Keluesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya
dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan anak didik serta menciptakan
iklim belajar mengajar yang efektif.
5. Penekanan pada hal-hal yang positif
Pada dasarnya, dalam mengajar dan mendidik, guru harus
menekankan pada hal-hal yang positif, dan menghindari pemusatan perhatian anak
didik pada hal-hal yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan
pemberian penguatan yang positif, dan kesadaran guru untuk menghindari
kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.
6. Penanaman disiplin diri
Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat
mengembangkan disiplin diri sendiri. Karena itu,guru sebaiknya selalu mendorong
anak didik untuk melaksanakan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya
menjadi teladan mengenai pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab.
C.
Kebijakan Tentang Prinsip Manajemen Kleas
Untuk mengatasi masalah dalam prinsip pengelolaan kelas di atas,
ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan diantaranya sebagai berikut:
1. Behavior – Modification
Approach (Behaviorism Apparoach)
Asumsi yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa
perilaku “baik” dan “buruk” individu merupakan hasil belajar.Upaya memodifikasi
perilaku dalam mengelola kelas dilakukan melalui pemberian positive
reinforcement (untuk membina perilaku positif) dan negative reinforcement
(untuk mengurangi perilaku negatif). Namun demikian, dalam penggunaan
reinforcement negatif seyogyanya dilakukan secara hati-hati, karena jika tidak
tepat malah hanya akan menimbulkan masalah baru.
2.
Socio-Emotional Climate Approach (Humanistic Approach)
Asumsi yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa
proses belajar mengajar yang baik didasari oleh adanya hubungan interpersonal
yang baik antara peserta didik – guru dan atau peserta didik – peserta didik
dan guru menduduki posisi penting bagi terbentuknya iklim sosio-emosional yang
baik.
3.
Group Process Approach
Asumsi yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa
pengalaman belajar berlangsung dalam konteks kelompok sosial dan tugas guru adalah
membina dan memelihara kelompok yang produktif dan kohesif. Richard A. Schmuck
& Patricia A. Schmuck mengemukakan prinsip – prinsip dalam penerapan
pendekatan group proses, yaitu :
a.
mutual expectations
b.
leadership
c.
attraction (pola persahabatan)
d.
norma
e.
communication
f.
cohesiveness.
4.
Pendekatan Otoriter
Pandangan yang otoriter dalam pengelolaan kelas merupakan
seperangkat kegiatan guru untuk nienciptakan dan mempertahankan ketertiban
suasana kelas. Pengelolaan kelas sebagai proses untuk mengontrol tingkah laku
siswa ke arah disiplin. Bila timbul masalah-masalah yang merusak ketertiban
atau kedisplinan kelas, maka perlu adanya pendekatan:
a.
Perintah dan larangan
b.
Penekanan dan penguasaan
c.
Penghukuman dan pengancaman
d.
Pendekatan perintah dan
larangan
5.
Pendekatan Permisif
Pendekatan yang primisif dalam pengelolaan kelas merupakan
seperangkat kegiatan pengajar yang memaksimalkan kebebasan peserta
didik untuk melakukan sesuatu.Sehingga bila kebebasan ini dihalangi dapat
menghambat perkembangan peserta didik. Berbagai bentuk pendekatan dalam
pelaksanaan pengelolaan kelas ini banyak menyerahkan segala inisiatif dan
tindakan pada diri peserta didik.
Daftar Pustaka
Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Suhardan, Dadang et.all. 2009. Manajemen Pendidikan. Alfabeta :
Bandung.
Sulistiyirini. 2006. Manajemen Pendidikan Islam. Surabaya:
Lembaga Kajian Agama dan Filsafat/Elkaf
Sangat bermanfaat kak
BalasHapusTerimakasih ya kak. Sngt mnambah wawasan.
BalasHapusSangat membantu ana ukhti, syukronn
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSangat membantu kak
BalasHapussangat menambah wawasan
BalasHapusMaterinya bagus. Bermanfaat sekali
BalasHapusBermafaat sekali
BalasHapusTerimakasih, sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMakasih mayerinua kkak
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus, sangat bermanfaat.
BalasHapusBermanfaat sekali kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak, terima ksih
BalasHapusMaterinya bermanfaat kak
BalasHapusBagus😄😄
BalasHapus